Rabu, 16 April 2014

Siapa Saja Yang Membaca Satu Huruf Dalam Al Qur'an, Baginya Pahala

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَال سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Abu Bakar Al Hanafi menceritakan kepada kami, Adh-Dhahhak bin Utsman menceritakan kepada kami, dari Ayub bin Musas. Dia berkata, aku mendengar Muhammad bin Ka'ab Al Qurazhi berkata, aku mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur'an) maka ia akan mendapatkan satu kebaikan karenanya dan sepuluh kebaikan yang serupa dengannya (dilipat gandakan sepuluh kali lipat). Aku tidak mengatakan bahwa aliflaam miim itu satu huruf akan tetapi alifsatu huruf laam satu huruf dan miim satu huruf " Shahih: Takhrij Ath-Thahawiyah dan Al Misykah .

Keutamaan (Fadhilah) Surah Al Fatihah

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أُبَيُّ وَهُوَ يُصَلِّي فَالْتَفَتَ أُبَيٌّ وَلَمْ يُجِبْهُ وَصَلَّى أُبَيٌّ فَخَفَّفَ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ السَّلَامُ مَا مَنَعَكَ يَا أُبَيُّ أَنْ تُجِيبَنِي إِذْ دَعَوْتُكَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ أَفَلَمْ تَجِدْ فِيمَا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ أَنْ { اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ } قَالَ بَلَى وَلَا أَعُودُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ قَالَ أَتُحِبُّ أَنْ أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ يَنْزِلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا قَالَ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ تَقْرَأُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ فَقَرَأَ أُمَّ الْقُرْآنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنْ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ

 Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al 'Ala bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW pergi menemui Ubay bin Ka'ab. Beliau bersabda, "Wahai Ubay. " Ketika itu Ubay sedang shalat. Ubay membiarkan dan tidak menjawabnya. Ia lalu mempercepat shalatnya. Setelah itu ia pergi menemui Rasulullah dan berkata, "Assalamu'alaika (semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu), wahai Rasulullah." Rasulullah SAW menjawab, "Wa 'alaikassalam (dan semoga kesejateraan dilimpahkan kepadamu). Wahai Ubay, apa yang menghalangimu untuk menjawab seruanku?" Ubay menjawab, "Wahai Rasulullah, aku sedang melaksanakan shalat." Beliau bersabda, "Tidakkah kamu mendapatkan wahyu yang diturunkan Allah kepadaku yang berbunyi, 'Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepadamu'." Ia menjawab, "Ya, insya Allah aku tidak akan mengulanginya kembali." Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mau aku ajarkan sebuah surat yang tidak pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan juga Al Qur'an?" Dia menjawab, "Ya, wahai Rasulullah." Rasulullah bertanya kembali, "Apakah yang kamu baca dalam shalat?" Dia menjawab dengan membaca ummul Qur'an (Al Fatihah). Rasulullah SAW bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada dalam gengaman-Nya, belum pernah diturunkan surat seperti itu di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqan Itu adalah tujuh ayat yang diulang-ulang di dalam bacaan Al Qur'an yang agung telah dianugerahkan kepadaku." Shahih: Shahih Abu Daud , Al Misykah , [tahqiq kedua], dan At-Taliq Ar-Raghib 

Selasa, 15 April 2014

Sahkah Anak Kecil Yang Berhaji?

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرَّوْحَاءِ فَلَقِيَ رَكْبًا فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ قَالَ مَنْ الْقَوْمُ فَقَالُوا الْمُسْلِمُونَ فَقَالُوا فَمَنْ أَنْتُمْ قَالُوا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَزِعَتْ امْرَأَةٌ فَأَخَذَتْ بِعَضُدِ صَبِيٍّ فَأَخْرَجَتْهُ مِنْ مِحَفَّتِهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لِهَذَا حَجٌّ قَالَ نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ


Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Disaat Rasulullah SAW berada di Rauha beliau bertemu dengan satu rombongan, lalu beliau memberi salam kepada mereka, dan bertanya, 'Siapa kamu sekalian?" mereka menjawab, 'Kami orang-orang Muslim,' lalu mereka balik bertanya, 'Siapa kamu sekalian?' Mereka menjawab, 'Rasulullah SAW,' kemudian seorang wanita terkejut, sehingga memegang lengan atas seorang anak, dan mengeluarkannya dari dekapannya, lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah SAW, apakah anak ini hajinya sah?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya, dan bagimu pahala.'" (shahih: Muslim)

Tertidur Atau Lupa Mengerjakan Shalat





عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَفَلَ مِنْ 
غَزْوَةِ خَيْبَرَ فَسَارَ لَيْلَةً حَتَّى إِذَا أَدْرَكَنَا الْكَرَى عَرَّسَ وَقَالَ لِبِلَالٍ اكْلَأْ لَنَا اللَّيْلَ قَالَ فَغَلَبَتْ بِلَالًا عَيْنَاهُ وَهُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا بِلَالٌ وَلَا أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِ حَتَّى إِذَا ضَرَبَتْهُمْ الشَّمْسُ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَهُمْ اسْتِيقَاظًا فَفَزِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا بِلَالُ فَقَالَ أَخَذَ بِنَفْسِي الَّذِي أَخَذَ بِنَفْسِكَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَاقْتَادُوا رَوَاحِلَهُمْ شَيْئًا ثُمَّ تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِلَالًا فَأَقَامَ لَهُمْ الصَّلَاةَ وَصَلَّى بِهِمْ الصُّبْحَ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَالَ مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ أَقِمْ الصَّلَاةَ لِلذِّكْرَى
وَكَانَ ابْنُ شِهَابٍ يَقْرَؤُهَا كَذَلِكَ
عَنْ يُونُسَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ لِذِكْرِي
قَالَ أَحْمَدُ الْكَرَى النُّعَاسُ


Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW ketika kembali dari peperangan Khaibar, beliau berjalan di malam hari. Setelah kami merasa ngantuk, beliau SAW berhenti untuk istirahat dan bersabda kepada Bilal, "Jadilah kamu piket untuk kami malam inil" Kata Abu Hurairah, "Maka Bilal pun tertidur, sambil bersandar kendaraannya. Karena itu tidak ada yang bangun, baik Nabi SAW, Bilal dan tak seorang sahabat pun, sampai matahari menerpa mereka. Maka Rasulullah SAW yang pertama-tama bangun di antara mereka, " lalu Rasulullah SAW terkaget, seraya bersabda, "Wahai Bilal, (kenapa kamu tidur)? " Kata Bilal, 'Aku telah dibuatnya tertidur, sebagaimana engkau telah dibuatnya tertidur. Demi ayah dan ibumu sebagai tebusan wahai Rasulullah!" Lalu mereka geser kendaraan-kendaraan mereka itu sedikit, kemudian Nabi SAW berwudhu dan memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan. Setelah Bilal membacakan iqamah shalat, beliau SAW mengerjakan shalat Shubuh bersama mereka. " Setelah mengerjakan shalat, beliau bersabda, "Barangsiapa yang lupa mengerjakan shalat, maka hendaklah dia kerjakan di saat dia ingat. Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, Aqimis shalaata lidzzikra (Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku).' "(Qs. Thahaa'(20): 14)

Dan Ibnu Syihab (perawi Hadits ini), membacanya seperti demikian itu.
Dalam lafahz lain berbunyi, "Lidzikrii".
Imam Ahmad (perawi Hadits ini) berkata, "Al Kara  bermakna: An-nu'aas (mengantuk)." (Shahih: Muslim)


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحَوَّلُوا عَنْ مَكَانِكُمْ الَّذِي أَصَابَتْكُمْ فِيهِ الْغَفْلَةُ قَالَ فَأَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ وَأَقَامَ وَصَلَّى

Dari Abu Hurairah RA, tentang Hadits ini, berkata, 'Rasulullah SAW bersabda, 'pindahlah dari tempat yang membuat kalian lupa. Katanya, "Maka Rasulullah SAW memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan adzan dan iqamah, kemudian shalat. " (Shahih)

أَبُو قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي سَفَرٍ لَهُ فَمَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلْتُ مَعَهُ فَقَالَ انْظُرْ فَقُلْتُ هَذَا رَاكِبٌ هَذَانِ رَاكِبَانِ هَؤُلَاءِ ثَلَاثَةٌ حَتَّى صِرْنَا سَبْعَةً فَقَالَ احْفَظُوا عَلَيْنَا صَلَاتَنَا يَعْنِي صَلَاةَ الْفَجْرِ فَضُرِبَ عَلَى آذَانِهِمْ فَمَا أَيْقَظَهُمْ إِلَّا حَرُّ الشَّمْسِ فَقَامُوا فَسَارُوا هُنَيَّةً ثُمَّ نَزَلُوا فَتَوَضَّئُوا وَأَذَّنَ بِلَالٌ فَصَلَّوْا رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ ثُمَّ صَلَّوْا الْفَجْرَ وَرَكِبُوا فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ فَرَّطْنَا فِي صَلَاتِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَا تَفْرِيطَ فِي النَّوْمِ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ فَإِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ عَنْ صَلَاةٍ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَذْكُرُهَا وَمِنْ الْغَدِ لِلْوَقْتِ
  

Dari Qatadah RA, bahwa Nabi SAW pernah dalam suatu perjalanan beliau, ketika beliau berbelok, maka saya pun ikut belok, lalu Beliau SAW bersabda, "Perhatikanlah (rombongan), " maka aku berkata, "Ini satu orang, ini dua orang, dan mereka itu tiga, hingga kami berjumlah tujuh orang," maka beliau SAW bersabda, "Jagalah shalat kital" Maksudnya adalah shalat Subuh. Kemudian mereka itu tertidur, sehingga terbangun oleh terik matahari, baru mereka berdiri, lalu berjalan sebentar. Sesudah itu mereka turun, lalu berwudhu, dan Bilal menyerukan adzan, kemudian mereka mengerjakan shalat sunah fajar dua rakaat. Setelah itu mereka mengerjakan shalat Subuh, dan mereka melanjutkan perjalanan, sementara di antara kami ada yang berkata kepada temannya, "Kita telah melalaikan shalat. " Maka Nabi SAW bersabda, "Kelalaian itu bukanlah karena tertidur, akan tetapi kelalaian itu ketika terjaga. Apabila di antara kalian lupa shalat, maka hendaknya mengerjakannya ketika mengingatnya, dan pada keesokan harinya, supaya mengerjakan pada waktunya. "(Shahih: Muslim)


عَنْ أَبِي قَتَادَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حَيْثُ شَاءَ وَرَدَّهَا حَيْثُ شَاءَ قُمْ فَأَذِّنْ بِالصَّلَاةِ فَقَامُوا فَتَطَهَّرُوا حَتَّى إِذَا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى بِالنَّاسِ

Dari Abu Qatadah, tentang Hadits ini dia berkata, "Rasululah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah menggenggam ruh kalian sesuai kehendak-Nya, dan Dia pula yang mengembalikannya sesuai yang di kehendaki-Nya. Berdirilah (hai Bilal) serulah adzan untuk shalat.'" Maka berdirilah mereka, lalu mengambil air wudhu, setelah matahari meninggi, Nabi SAW  berdiri, kemudian mengerjakan shalat bersama orang banyak. (Shahih: Bukhari)

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ أَنْ تُؤَخِّرَ صَلَاةً حَتَّى يَدْخُلَ وَقْتُ أُخْرَى
 Dari Abu Qatadah, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Kelalaian bukanlah karena tertidur, akan tetapi kelalaian itu ketika terjaga, yaitu menunda pelaksanaan shalat sehingga masuk waktu shalat yang lain.'" (Shahih: Muslim)
 

Sepuluh Macam Perkara Yang Termasuk Fitrah (Sunah Para Nabi)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَالِاسْتِنْشَاقُ بِالْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ يَعْنِي الِاسْتِنْجَاءَ بِالْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّا قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

Dari Aisyah RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Ada sepuluh macam perkara termasuk fitrah (sunnah para nabi), yaitu: Mencukur kumis, mempertebal jenggot, bersikat gigi, memasukkan air ke dalam hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, mencuci persendian jemari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan bersuci dengan air." Berkata Mush'ab (menurut suatu riwayat): "....dan aku lupa yang kesepuluh, yaitu ...berkumur-kumur. " {Shahih: Muslim}

Larangan Kencing Di Air yang Tidak Mengalir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ


Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian kencing di dalam air yang tenang, kemudian dia mandi dari air itu. " {Shahih}

نْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَلَا يَغْتَسِلُ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah salah seorang dari kamu kencing di dalam air yang tenang, dan jangan pula mandi di dalamnya karena junub.'" {Hasan Shahih}

Doa Ketika Akan Masuk Dan Keluar Dari Kakus (WC)




: (Ketika Akan Masuk Kakus (WC


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ عَنْ حَمَّادٍ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ وَقَالَ عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

و قَالَ وُهَيْبٌ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ

 Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Apabila Rasulullah SAW akan masuk ke kakus (WC) beliau mengucapkan, "Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari gangguan syetan laki-laki dan syetan perempuan". Dalam redaksi yang lain disebutkan: Hendaklah berlindung kepada Allah. {Shahih}

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Dari Zaid bin Arqam dari Rasulullah SAW beliau bersabda, "Sesungguhnya kakus-kakus ini ditempati oleh syetan-syetan, oleh karena itu apabila seseorang di antara kamu mendatangi kamar kecil (WC) hendaklah ia mengucapkan, "Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syetan laki-laki dan syetan perempuan. " {Shahih}.

Ketika Keluar Dari Kakus (WC)  :


عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ الْغَائِطِ قَالَ غُفْرَانَكَ
 Dari Aisyah RA, bahwasanya Nabi SA W, apabila keluar dari kakus (WC), beliau mengucapkan, "Ghufraanaka" aku memohon ampun kepada-Mu. "{Shahih}

Anjuran Untuk Orang yang Baru Masuk Islam


عَنْ قَيْسِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ الْإِسْلَامَ فَأَمَرَنِي أَنْ أَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ


 Dari Qais bin Ashim RA, dia berkata, "Aku datang kepada Nabi SAW ingin masuk agama Islam, maka beliau memerintahkan aku untuk mandi dengan air yang dicampur dengan daun bidara. " (Shahih)


عَنْ عُثَيْمِ بْنِ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّهُ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ قَدْ أَسْلَمْتُ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ يَقُولُ احْلِقْ قَالَ و أَخْبَرَنِي آخَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِآخَرَ مَعَهُ أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ


 Dari Kulaib Al Juhani -dia adalah kakek 'Utsaim bin Katsir bin Kulaib- bahwasanya dia pernah datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, "Saya telah masuk Islam." Maka Nabi SAW bersabda kepadanya, "Tanggalkanlah (cukurlah) rambut kafirmu, " dalam riwayat lain Kulaib berkata, "Dan sahabat lain juga memberitahukan kepadaku, bahwasanya Nabi SAW bersabda kepada orang lain yang bersama beliau, 'Cukurlah rambut kafirmu dan berkhitanlah!" (Hasan)

Berlaku Boros dalam Memakai Air

 

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُغَفَّلٍ سَمِعَ ابْنَهُ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْقَصْرَ الْأَبْيَضَ عَنْ يَمِينِ الْجَنَّةِ إِذَا دَخَلْتُهَا فَقَالَ أَيْ بُنَيَّ سَلْ اللَّهَ الْجَنَّةَ وَتَعَوَّذْ بِهِ مِنْ النَّارِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ سَيَكُونُ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الطَّهُورِ وَالدُّعَاءِ


Dari Abdullah bin Mughaffal RA, bahwasanya dia mendengar anaknya berdoa, "Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu istana putih yang berada di sebelah kanan surga apabila aku telah memasukinya", Maka Abdullah berkata, "Wahai anakku! Mohonlah surga kepada Allah dan mohonlah perlindungan kepada-Nya dari siksa api neraka, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SA W bersabda, "Sesungguhnya akan ada di antara ummatku ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdoa. " (Shahih).

Bolehkan Menjawab Salam Ketika Buang Air Kecil?


 
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرُوِيَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَغَيْرِهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَيَمَّمَ ثُمَّ رَدَّ عَلَى الرَّجُلِ السَّلَامَ

  
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Suatu ketika ada seorang laki-laki melewati Nabi SAW, yang sedang buang air kecil, kemudian dia memberi salam, namun beliau SAW tidak menjawabnya. "Dalam suatu riwayat: "Bahwa Nabi SAW bertayamum, kemudian beliau menjawab salam orang tersebut. {Hasan: Muslim}

عَنْ الْمُهَاجِرِ بْنِ قُنْفُذٍ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ حَتَّى تَوَضَّأَ ثُمَّ اعْتَذَرَ إِلَيْهِ فَقَالَ إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا عَلَى طُهْرٍ أَوْ قَالَ عَلَى طَهَارَةٍ

 Dari Muhajir bin Qunfudz, bahwa dia pernah mendatangi Nabi SAW, ketika beliau SAW sedang buang air kecil. Lain dia memberi salam kepadanya, namun beliau SAW tidak menjawabnya, sehingga selesai berwudhu, kemudian beliau SAW minta maaf, seraya bersabda, "Sesungguhnya saya tidak suka menyebut nama Allah 'Azza wajalla, kecuali dalam keadaan suci". {Shahih}

Orang Yang Lebih Berhak Menjadi Imam

Imam sholat yang baik

Adapun hadist yang berkaitan :           

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْبَدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا يُؤَمُّ الرَّجُلُ فِي بَيْتِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا يُجْلَسُ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ قَالَ شُعْبَةُ فَقُلْتُ لِإِسْمَعِيلَ مَا تَكْرِمَتُهُ قَالَ فِرَاشُهُ


Dari Abu Mas'ud Al Badri, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang paling berhak menjadi imam shalat suatu kaum adalah yang terpandai dalam membaca Kitabullah (Al Qur'an) dan lebih dahulu membacanya. Jika dalam hal membaca ini mereka sama, maka hendaklah yang menjadi imam, orang yang lebih dahulu hijrah. Jika hal itu sama, maka hendaklah yang lebih tua. Janganlah seseorang menjadi imam di rumah orang lain, dan jangan pula ketika dalam kekuasaan orang lain, serta jangan pula dia duduk di tempat yang khusus untuk tuan rumah, kecuali dengan izinnya. " Syu 'bah (salah seorang perawi Hadits ini) berkata, "Aku katakan kepada Ismail (menurut suatu riwayat), 'Apakah tempat yang khusus itu?' Beliau menjawab, 'Yaitu tempat duduknya (permadani).'" (Shahih: Muslim)



بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِيهِ وَلَا يَؤُمُّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ



Dari Abu Mas'ud Al Badri, seperti Hadits tersebut... beliau SAW bersabda, "...dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap orang lain dalam kekuasaannya. "(Shahih)




أَبَا مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً

قَالَ وَلَا تَقْعُدْ عَلَى تَكْرِمَةِ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِهِ
 


 Dari Abu Mas'ud RA, dari Nabi SAW, seperti Hadits tersebut... beliau SAW bersabda, "Jika mereka sama (bagusnya) dalam membaca Al Qur'an, maka yang lebih banyak mengetahui tentang As-Sunnah. Jika pengetahuan mereka terhadap As-Sunnah itu sama, maka yang dahulu berhijrah. " (Shahih: Muslim)

Dalam suatu riwayat, "...dan janganlah kamu duduk di atas tempat khusus seseorang kecuali dengan izinnya. " (Shahih)



عَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ قَالَ كُنَّا بِحَاضِرٍ يَمُرُّ بِنَا النَّاسُ إِذَا أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانُوا إِذَا رَجَعُوا مَرُّوا بِنَا فَأَخْبَرُونَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَذَا وَكَذَا وَكُنْتُ غُلَامًا حَافِظًا فَحَفِظْتُ مِنْ ذَلِكَ قُرْآنًا كَثِيرًا فَانْطَلَقَ أَبِي وَافِدًا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَفَرٍ مِنْ قَوْمِهِ فَعَلَّمَهُمْ الصَّلَاةَ فَقَالَ يَؤُمُّكُمْ أَقْرَؤُكُمْ وَكُنْتُ أَقْرَأَهُمْ لِمَا كُنْتُ أَحْفَظُ فَقَدَّمُونِي فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ وَعَلَيَّ بُرْدَةٌ لِي صَغِيرَةٌ صَفْرَاءُ فَكُنْتُ إِذَا سَجَدْتُ تَكَشَّفَتْ عَنِّي فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ النِّسَاءِ وَارُوا عَنَّا عَوْرَةَ قَارِئِكُمْ فَاشْتَرَوْا لِي قَمِيصًا عُمَانِيًّا فَمَا فَرِحْتُ بِشَيْءٍ بَعْدَ الْإِسْلَامِ فَرَحِي بِهِ فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ وَأَنَا ابْنُ سَبْعِ سِنِينَ أَوْ ثَمَانِ سِنِينَ
 
Dari Amr bin Salamah RA, dia berkata, "Kami pernah berada di suatu tempat yang sering dilewati oleh orang-orang yang datang menghadap kepada Nabi SAW. Apabila mereka pulang, mereka melewati kami, lalu memberitahukan kepada kami bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Begini dan begini. " Saya adalah seorang pemuda yang kuat hafalannya, karena itu saya telah mampu menghafal banyak Al Qur'an. Ayahku pernah datang menghadap kepada Rasulullah SAW bersama beberapa orang sebagai utusan kaumnya. Lalu beliau SAW mengajarkan kepada mereka tentang shalat, yaitu dengan sabdanya, "Yang berhak menjadi imam kamu (dalam shalat) adalah yang paling ahli dalam membaca Al Qur'an." (Pada saat itu) akulah yang paling ahli dalam membaca Al Quran di antara mereka, karena aku sudah dapat menghafalnya, lalu mereka mempersilahkan aku maju (untuk jadi imam). Aku biasa menjadi imam mereka dengan memakai kain yang kecil berwarna kuning, sehingga kalau aku sujud, terbuka auratku sedikit. Lalu seorang wanita di antara mereka berkata, "Tutupilah dari kami aurat ahli Al Qur'an (yang jadi imam) di antara kamu!. Lalu mereka membelikan untukku baju buatan Oman. Betapa gembiranya aku, karena sejak aku masuk islam, belum pernah merasakan kegembiraan seperti itu. Aku menjadi imam bagi mereka, sedang usiaku baru tujuh atau delapan tahun. "(Shahih: Bukhari)




عَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ بِهَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَكُنْتُ أَؤُمُّهُمْ فِي بُرْدَةٍ مُوَصَّلَةٍ فِيهَا فَتْقٌ فَكُنْتُ إِذَا سَجَدْتُ خَرَجَتْ اسْتِي



Dari Amr bin Salamah RA,... seperti Hadits tersebut, beliau berkata, "Aku menjadi imam mereka dengan hanya memakai pakaian tambalan yang sobek, sehingga kalau aku bersujud, pantatku tampak. " (Shahih)




عَمْرُو بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُمْ وَفَدُوا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَرَادُوا أَنْ يَنْصَرِفُوا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ يَؤُمُّنَا قَالَ أَكْثَرُكُمْ جَمْعًا لِلْقُرْآنِ أَوْ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ قَالَ فَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ مِنْ الْقَوْمِ جَمَعَ مَا جَمَعْتُهُ قَالَ فَقَدَّمُونِي وَأَنَا غُلَامٌ وَعَلَيَّ شَمْلَةٌ لِي فَمَا شَهِدْتُ مَجْمَعًا مِنْ جَرْمٍ إِلَّا كُنْتُ إِمَامَهُمْ وَكُنْتُ أُصَلِّي عَلَى جَنَائِزِهِمْ إِلَى يَوْمِي هَذَا




Dari Amr bin Salamah RA, dari bapaknya, bahwasanya mereka pergi menghadap kepada Nabi SAW sebagai utusan kaumnya. Tatkala mereka hendak pulang, mereka bertanya, "Wahai Rasulullah! Siapakah (yang lebih berhak) menjadi imam bagi kami? "Beliau SAW bersabda, "Orang yang paling ahli di antara kamu dalam Al Qur'an. "Amr bin Salamah berkata, "Tidak seorangpun dari kaum itu yang ahli dalam Al Quran, seperti aku." Kata Amr, "Karena itu, mereka mempersilahkan aku maju (untuk menjadi imam), padahal aku masih kanak-kanak yang sedang memakai kain toga (sejenis jubah). Maka tidaklah aku menghadiri suatu perkumpulan di Jarm, melainkan aku yang menjadi imam mereka, dan aku pula yang menyalati jenazah mereka (jadi imam) sampai hari ini. (Shahih)



عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ لَمَّا قَدِمَ الْمُهَاجِرُونَ الْأَوَّلُونَ نَزَلُوا الْعُصْبَةَ قَبْلَ مَقْدَمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَؤُمُّهُمْ سَالِمٌ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ وَكَانَ أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًا زَادَ الْهَيْثَمُ وَفِيهِمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الْأَسَدِ

 

Dari Ibnu Umar, bahwa dia berkata, "Ketika kaum Muhajirin kelompok pertama tiba di Madinah, mereka tinggal di Usbah (nama suatu tempat dekat Madinah). Sebelum Nabi SAW datang, yang menjadi imam mereka adalah Salim Maula Abu Huzaifah, beliau adalah orang yang paling ahli dalam Al Qur'an. " (Shahih: Bukhari) Ada tambahan, "Di antara mereka terdapat Umar bin Khaththab, Abu Salamah bin Abdul Asad. "(Shahih: Bukhari)

Kapan Waktu Malam Yang Lebih Utama Untuk Beribadah?

Waktu ibadah malam yang lebih utama


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Tuhan kami Azza wa Jalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Pada saat itu Allah berfirman, "Barangsiapa yang berdoa padaku pasti Aku kabulkan, barangsiapa yang mohon pada-Ku pasti Aku beri, dan barangsiapa yang meminta ampun pada-Ku pasti Aku ampuni. "(Shahih: Muttafaq Alaih)

Doa Mohon Perlindungan

doa mohon perlindungan

أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

 Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Rasulullah SAW mengucapkan, Allaahumma innii a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli wal haram wa a'udzu bika min 'adzaabil qabri wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamaat (Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, kecut hati, kikir dan pikun. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah (bencana) kehidupan dan kematian)'" (Shahih: Muttafaq Alaih)


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنْتُ أَخْدِمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنْتُ أَسْمَعُهُ كَثِيرًا يَقُولُ اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَضَلْعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ وَذَكَرَ بَعْضَ مَا ذَكَرَهُ التَّيْمِيُّ

  
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, 'Aku pernah melayani Nabi SAW, dan aku sering mendengar beliau mengucapkan, 'Allaahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan wa dhal'iddain wa ghalabatirrijaal (Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, terlilit hutang, dan kemenangan musuh. Selanjutnya dia menyebutkan sebagian Hadits At-Taimi pada no. (1484). {Shahih: Bukhari)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَلِّمُهُمْ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يُعَلِّمُهُمْ السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ


 Dari Abdullah bin Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW mengajarkannya doa ini, sebagaimana beliau mengajarkannya sebagian surah Al Qur'an. Beliau (Rasulullah SAW) mengucapkan, "Allaahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam wa a'udzu bika min 'adzabil qabri wa a'udzu bika min fitnati masihiddajjaal wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamaat (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur, dan dari bencana kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan bencana Dajal. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana hidup dan mati. " (Shahih: Muslim)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ

 Dari Aisyah RA, bahwasanya Nabi SAW berdoa dengan kalimat-kalimat ini, "Allaahumma inni a'udzu bika min fitnatin naar wa a'dzabin naari wa min syarril ghinaa wal faqri (Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bencana api neraka, sika api neraka, dan kejahatan kekayaan dan kefakiran) " {Shahih: Mutafaq 'Alaihi)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ
  
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Allaahumma inni a'udzu bika minal faqri walqillah wadzdzillah, wa a'udzu bika min an azhlim au uzhlam (Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, sedikit kebaikan, dan kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari berlaku zhalim atau dizhalimi) " {Shahih)
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحْوِيلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نَقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سُخْطِكَ
 Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Diantara doa Rasulullah SAW adalah, Allaahumma inni a'udzu bika min Zawaali ni'matika wa tahwiili 'aafiyatika wafujaa'ati naqmatika, wa jami'i sakhatika (Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, pindahnya kesejahteraan-Mu, datangnya Murka-Mu dengan tiba-tiba, dan semua murka-Mu) " (Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ


Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, 'Rasulullah SAW biasa mengucapkan, Allaahumma inni a'udzubika minal juu'i fainnahu bi'sa dhdhaji'u, wa a'udzu bika minal khiyaanati fainnaha bi'satil bithaanah (Wahai Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena dia (kelaparan itu) sejelek-jelek teman untuk tidur, dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat, karena khianat itu sejelek-jelek isi hati. "(Hasan).
أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْأَرْبَعِ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

 Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW mengucapkan, 'Allaahumma inni a'udzu bika minal arba'i min illmin laa yanfa'u wamin qalbin laa yakhsya' wamin nafsin laa tasyba'u wa min du'aain laayusma' (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari empat perkara, yaitu: Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, darij iwa yang tidak kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan) " (Shahih: Muslim)
أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ صَلَاةٍ لَا تَنْفَعُ وَذَكَرَ دُعَاءً آخَرَ
  

  Anas bin Malik RA, bahwasanya Rasulullah SAW mengucapkan, "Allahumma inni a'udzu bika min shalaatin laa tanfa' (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari shalat yang tidak bermanfaat) " Beliau juga menyebutkan doa yang lain. (Shahih)




عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ عَمَّا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِ قَالَتْ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ

Dari Farwah bin Naufal Asyja'i, dia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Aisyah Ummul mukminin tentang doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW. " dia berkata, "Beliau SAW mengucapkan, 'Allaahumma inni a'udzu bika min syarri maa'alimtu wa min syarri maa lam a'lam (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku ketahui, dan dari keburukan yang tidak aku kerjakan'. "(Shahih: Muslim)
شَكَلِ بْنِ حُمَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي دُعَاءً قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

 Dari Syakl bin Humaid, dia berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku doa.'" Beliau besabda, "Ucapkanlah, 'Allaahumma innii a'udzu bika min syarri sam'i  wa min syarri bashari wamin syarri lisaani wamin syarri qalbi wamin syarri maniyyi (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari pendengaran-ku, keburukan penglihatanku, keburukan lisanku, keburukan hatiku, dan keburukan kemaluanku. " (Shahih)
عَنْ أَبِي الْيَسَرِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

 Dari Abul Yasar, bahwasanya Rasulullah SAW biasa berdoa, "Allaahumma inni a'udzu bika minal hadmi, wa 'audzu bika minattaraddi, wa a'udzu bika minal gharaqi wal haraqi wal haram wa a'udzu bika anyatakhabbatani asy-syaithaan 'indal maut, wa a'udzu bika an amuuta fii sabiilika mudbiran wa a'udzu bika an amuta ladighan (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kehancuran, aku berlindung kepadamu dari kebinasaan. Aku berlindung kepadamu dari keterpurukan, kebakaran, dan kepikunan. Aku berlindung kepadamu dari mati berpaling dari engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang yang berbisa. "(Shahih)
عَنْ أَبِي الْيَسَرِ زَادَ فِيهِ وَالْغَمِّ

Dari Abu Yasar, ia menambahkan di dalamnya, "... walghammi (dan kesedihan) " (Shahih)
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئْ الْأَسْقَامِ
 
Dari Anas bin Malik RA, bahwasanya Nabi SAW biasa mengucapkan, "Allaahumma inni a'udzu bika minal barash wal junuun wal judzaam, wa a'udzu bika min sayy'il asqaam (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan keburukan penyakit-penyakit yang lain) " (Shahih)