Rabu, 16 April 2014

Siapa Saja Yang Membaca Satu Huruf Dalam Al Qur'an, Baginya Pahala

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَال سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ قَال سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Abu Bakar Al Hanafi menceritakan kepada kami, Adh-Dhahhak bin Utsman menceritakan kepada kami, dari Ayub bin Musas. Dia berkata, aku mendengar Muhammad bin Ka'ab Al Qurazhi berkata, aku mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur'an) maka ia akan mendapatkan satu kebaikan karenanya dan sepuluh kebaikan yang serupa dengannya (dilipat gandakan sepuluh kali lipat). Aku tidak mengatakan bahwa aliflaam miim itu satu huruf akan tetapi alifsatu huruf laam satu huruf dan miim satu huruf " Shahih: Takhrij Ath-Thahawiyah dan Al Misykah .

Keutamaan (Fadhilah) Surah Al Fatihah

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أُبَيُّ وَهُوَ يُصَلِّي فَالْتَفَتَ أُبَيٌّ وَلَمْ يُجِبْهُ وَصَلَّى أُبَيٌّ فَخَفَّفَ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ السَّلَامُ مَا مَنَعَكَ يَا أُبَيُّ أَنْ تُجِيبَنِي إِذْ دَعَوْتُكَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ أَفَلَمْ تَجِدْ فِيمَا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ أَنْ { اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ } قَالَ بَلَى وَلَا أَعُودُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ قَالَ أَتُحِبُّ أَنْ أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ يَنْزِلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا قَالَ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ تَقْرَأُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ فَقَرَأَ أُمَّ الْقُرْآنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنْ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ

 Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al 'Ala bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW pergi menemui Ubay bin Ka'ab. Beliau bersabda, "Wahai Ubay. " Ketika itu Ubay sedang shalat. Ubay membiarkan dan tidak menjawabnya. Ia lalu mempercepat shalatnya. Setelah itu ia pergi menemui Rasulullah dan berkata, "Assalamu'alaika (semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu), wahai Rasulullah." Rasulullah SAW menjawab, "Wa 'alaikassalam (dan semoga kesejateraan dilimpahkan kepadamu). Wahai Ubay, apa yang menghalangimu untuk menjawab seruanku?" Ubay menjawab, "Wahai Rasulullah, aku sedang melaksanakan shalat." Beliau bersabda, "Tidakkah kamu mendapatkan wahyu yang diturunkan Allah kepadaku yang berbunyi, 'Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepadamu'." Ia menjawab, "Ya, insya Allah aku tidak akan mengulanginya kembali." Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mau aku ajarkan sebuah surat yang tidak pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan juga Al Qur'an?" Dia menjawab, "Ya, wahai Rasulullah." Rasulullah bertanya kembali, "Apakah yang kamu baca dalam shalat?" Dia menjawab dengan membaca ummul Qur'an (Al Fatihah). Rasulullah SAW bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada dalam gengaman-Nya, belum pernah diturunkan surat seperti itu di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqan Itu adalah tujuh ayat yang diulang-ulang di dalam bacaan Al Qur'an yang agung telah dianugerahkan kepadaku." Shahih: Shahih Abu Daud , Al Misykah , [tahqiq kedua], dan At-Taliq Ar-Raghib 

Selasa, 15 April 2014

Sahkah Anak Kecil Yang Berhaji?

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرَّوْحَاءِ فَلَقِيَ رَكْبًا فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ قَالَ مَنْ الْقَوْمُ فَقَالُوا الْمُسْلِمُونَ فَقَالُوا فَمَنْ أَنْتُمْ قَالُوا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفَزِعَتْ امْرَأَةٌ فَأَخَذَتْ بِعَضُدِ صَبِيٍّ فَأَخْرَجَتْهُ مِنْ مِحَفَّتِهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لِهَذَا حَجٌّ قَالَ نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ


Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Disaat Rasulullah SAW berada di Rauha beliau bertemu dengan satu rombongan, lalu beliau memberi salam kepada mereka, dan bertanya, 'Siapa kamu sekalian?" mereka menjawab, 'Kami orang-orang Muslim,' lalu mereka balik bertanya, 'Siapa kamu sekalian?' Mereka menjawab, 'Rasulullah SAW,' kemudian seorang wanita terkejut, sehingga memegang lengan atas seorang anak, dan mengeluarkannya dari dekapannya, lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah SAW, apakah anak ini hajinya sah?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya, dan bagimu pahala.'" (shahih: Muslim)

Tertidur Atau Lupa Mengerjakan Shalat





عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَفَلَ مِنْ 
غَزْوَةِ خَيْبَرَ فَسَارَ لَيْلَةً حَتَّى إِذَا أَدْرَكَنَا الْكَرَى عَرَّسَ وَقَالَ لِبِلَالٍ اكْلَأْ لَنَا اللَّيْلَ قَالَ فَغَلَبَتْ بِلَالًا عَيْنَاهُ وَهُوَ مُسْتَنِدٌ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا بِلَالٌ وَلَا أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِ حَتَّى إِذَا ضَرَبَتْهُمْ الشَّمْسُ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَهُمْ اسْتِيقَاظًا فَفَزِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا بِلَالُ فَقَالَ أَخَذَ بِنَفْسِي الَّذِي أَخَذَ بِنَفْسِكَ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَاقْتَادُوا رَوَاحِلَهُمْ شَيْئًا ثُمَّ تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِلَالًا فَأَقَامَ لَهُمْ الصَّلَاةَ وَصَلَّى بِهِمْ الصُّبْحَ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَالَ مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ أَقِمْ الصَّلَاةَ لِلذِّكْرَى
وَكَانَ ابْنُ شِهَابٍ يَقْرَؤُهَا كَذَلِكَ
عَنْ يُونُسَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ لِذِكْرِي
قَالَ أَحْمَدُ الْكَرَى النُّعَاسُ


Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW ketika kembali dari peperangan Khaibar, beliau berjalan di malam hari. Setelah kami merasa ngantuk, beliau SAW berhenti untuk istirahat dan bersabda kepada Bilal, "Jadilah kamu piket untuk kami malam inil" Kata Abu Hurairah, "Maka Bilal pun tertidur, sambil bersandar kendaraannya. Karena itu tidak ada yang bangun, baik Nabi SAW, Bilal dan tak seorang sahabat pun, sampai matahari menerpa mereka. Maka Rasulullah SAW yang pertama-tama bangun di antara mereka, " lalu Rasulullah SAW terkaget, seraya bersabda, "Wahai Bilal, (kenapa kamu tidur)? " Kata Bilal, 'Aku telah dibuatnya tertidur, sebagaimana engkau telah dibuatnya tertidur. Demi ayah dan ibumu sebagai tebusan wahai Rasulullah!" Lalu mereka geser kendaraan-kendaraan mereka itu sedikit, kemudian Nabi SAW berwudhu dan memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan. Setelah Bilal membacakan iqamah shalat, beliau SAW mengerjakan shalat Shubuh bersama mereka. " Setelah mengerjakan shalat, beliau bersabda, "Barangsiapa yang lupa mengerjakan shalat, maka hendaklah dia kerjakan di saat dia ingat. Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, Aqimis shalaata lidzzikra (Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku).' "(Qs. Thahaa'(20): 14)

Dan Ibnu Syihab (perawi Hadits ini), membacanya seperti demikian itu.
Dalam lafahz lain berbunyi, "Lidzikrii".
Imam Ahmad (perawi Hadits ini) berkata, "Al Kara  bermakna: An-nu'aas (mengantuk)." (Shahih: Muslim)


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحَوَّلُوا عَنْ مَكَانِكُمْ الَّذِي أَصَابَتْكُمْ فِيهِ الْغَفْلَةُ قَالَ فَأَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ وَأَقَامَ وَصَلَّى

Dari Abu Hurairah RA, tentang Hadits ini, berkata, 'Rasulullah SAW bersabda, 'pindahlah dari tempat yang membuat kalian lupa. Katanya, "Maka Rasulullah SAW memerintahkan Bilal, untuk mengumandangkan adzan dan iqamah, kemudian shalat. " (Shahih)

أَبُو قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي سَفَرٍ لَهُ فَمَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلْتُ مَعَهُ فَقَالَ انْظُرْ فَقُلْتُ هَذَا رَاكِبٌ هَذَانِ رَاكِبَانِ هَؤُلَاءِ ثَلَاثَةٌ حَتَّى صِرْنَا سَبْعَةً فَقَالَ احْفَظُوا عَلَيْنَا صَلَاتَنَا يَعْنِي صَلَاةَ الْفَجْرِ فَضُرِبَ عَلَى آذَانِهِمْ فَمَا أَيْقَظَهُمْ إِلَّا حَرُّ الشَّمْسِ فَقَامُوا فَسَارُوا هُنَيَّةً ثُمَّ نَزَلُوا فَتَوَضَّئُوا وَأَذَّنَ بِلَالٌ فَصَلَّوْا رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ ثُمَّ صَلَّوْا الْفَجْرَ وَرَكِبُوا فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ فَرَّطْنَا فِي صَلَاتِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَا تَفْرِيطَ فِي النَّوْمِ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ فَإِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ عَنْ صَلَاةٍ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَذْكُرُهَا وَمِنْ الْغَدِ لِلْوَقْتِ
  

Dari Qatadah RA, bahwa Nabi SAW pernah dalam suatu perjalanan beliau, ketika beliau berbelok, maka saya pun ikut belok, lalu Beliau SAW bersabda, "Perhatikanlah (rombongan), " maka aku berkata, "Ini satu orang, ini dua orang, dan mereka itu tiga, hingga kami berjumlah tujuh orang," maka beliau SAW bersabda, "Jagalah shalat kital" Maksudnya adalah shalat Subuh. Kemudian mereka itu tertidur, sehingga terbangun oleh terik matahari, baru mereka berdiri, lalu berjalan sebentar. Sesudah itu mereka turun, lalu berwudhu, dan Bilal menyerukan adzan, kemudian mereka mengerjakan shalat sunah fajar dua rakaat. Setelah itu mereka mengerjakan shalat Subuh, dan mereka melanjutkan perjalanan, sementara di antara kami ada yang berkata kepada temannya, "Kita telah melalaikan shalat. " Maka Nabi SAW bersabda, "Kelalaian itu bukanlah karena tertidur, akan tetapi kelalaian itu ketika terjaga. Apabila di antara kalian lupa shalat, maka hendaknya mengerjakannya ketika mengingatnya, dan pada keesokan harinya, supaya mengerjakan pada waktunya. "(Shahih: Muslim)


عَنْ أَبِي قَتَادَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حَيْثُ شَاءَ وَرَدَّهَا حَيْثُ شَاءَ قُمْ فَأَذِّنْ بِالصَّلَاةِ فَقَامُوا فَتَطَهَّرُوا حَتَّى إِذَا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى بِالنَّاسِ

Dari Abu Qatadah, tentang Hadits ini dia berkata, "Rasululah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah menggenggam ruh kalian sesuai kehendak-Nya, dan Dia pula yang mengembalikannya sesuai yang di kehendaki-Nya. Berdirilah (hai Bilal) serulah adzan untuk shalat.'" Maka berdirilah mereka, lalu mengambil air wudhu, setelah matahari meninggi, Nabi SAW  berdiri, kemudian mengerjakan shalat bersama orang banyak. (Shahih: Bukhari)

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ أَنْ تُؤَخِّرَ صَلَاةً حَتَّى يَدْخُلَ وَقْتُ أُخْرَى
 Dari Abu Qatadah, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Kelalaian bukanlah karena tertidur, akan tetapi kelalaian itu ketika terjaga, yaitu menunda pelaksanaan shalat sehingga masuk waktu shalat yang lain.'" (Shahih: Muslim)
 

Sepuluh Macam Perkara Yang Termasuk Fitrah (Sunah Para Nabi)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَالِاسْتِنْشَاقُ بِالْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ يَعْنِي الِاسْتِنْجَاءَ بِالْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّا قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

Dari Aisyah RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Ada sepuluh macam perkara termasuk fitrah (sunnah para nabi), yaitu: Mencukur kumis, mempertebal jenggot, bersikat gigi, memasukkan air ke dalam hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, mencuci persendian jemari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan bersuci dengan air." Berkata Mush'ab (menurut suatu riwayat): "....dan aku lupa yang kesepuluh, yaitu ...berkumur-kumur. " {Shahih: Muslim}

Larangan Kencing Di Air yang Tidak Mengalir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ


Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian kencing di dalam air yang tenang, kemudian dia mandi dari air itu. " {Shahih}

نْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَلَا يَغْتَسِلُ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah salah seorang dari kamu kencing di dalam air yang tenang, dan jangan pula mandi di dalamnya karena junub.'" {Hasan Shahih}

Doa Ketika Akan Masuk Dan Keluar Dari Kakus (WC)




: (Ketika Akan Masuk Kakus (WC


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ عَنْ حَمَّادٍ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ وَقَالَ عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

و قَالَ وُهَيْبٌ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ

 Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Apabila Rasulullah SAW akan masuk ke kakus (WC) beliau mengucapkan, "Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari gangguan syetan laki-laki dan syetan perempuan". Dalam redaksi yang lain disebutkan: Hendaklah berlindung kepada Allah. {Shahih}

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Dari Zaid bin Arqam dari Rasulullah SAW beliau bersabda, "Sesungguhnya kakus-kakus ini ditempati oleh syetan-syetan, oleh karena itu apabila seseorang di antara kamu mendatangi kamar kecil (WC) hendaklah ia mengucapkan, "Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syetan laki-laki dan syetan perempuan. " {Shahih}.

Ketika Keluar Dari Kakus (WC)  :


عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ الْغَائِطِ قَالَ غُفْرَانَكَ
 Dari Aisyah RA, bahwasanya Nabi SA W, apabila keluar dari kakus (WC), beliau mengucapkan, "Ghufraanaka" aku memohon ampun kepada-Mu. "{Shahih}